yang Komitmen dalam ber-islam

August 20, 2007

Tentang Saya

Filed under: Biografi

MUHAMAD MUJARI, S.T., bin Munandar bin Muhaimin el-Fikri
Engineer of Solar Energy, PT. Korindo Heavy Industry

Current Address:
Jl. Raya Serang KM.31 Balaraja Tangerang Banten 15610

Origin Address:
Kalinanas RT.03/02, Japah, Blora, Central Java

Contact:
021 5950088 (office)
081328853xxx (mobile)

Email Address:
mmujari@korindo.co.id
arieatsari@yahoo.com
mmujari@gmail.com

Web site:
http://multazimah.blogsome.com
http://mujari.multiply.com

Interest:
Reading, Computing, Tilawah Qur’an

Objectives
Hard worker, fast learner, highly self motivated, dynamics, good analytical skill, able to work in team or independent also in under pressure due to deadline

Technical Skills (Instrumentation and Computer System):
MS Office (Word, Excel, Powerpoint, Publisher, Visio); Design Graphics (AutoCad, CorelDraw, Photoshop, Paint, PageMaker);  Programming (bahasa C++); Mathlab; Internet; Web Design (Dreamweaver, Front Page, Fireworks)

Educational Background:
TK Pertiwi Kalinanas (1989-1990)
SDN Kalinanas I (1990-1996)
SLTP N Sumber – Rembang (1996-1999)
SMU N Sulang – Rembang (1999-2002)
Gadjah Mada University, Physics Engineering Department, Faculty of Engineering (2002-2006)

Experiences:
Staff of Research and Development (R&D), Solar Energy Division, PT. Korindo Heavy Industry
Lecture Assistant of System Dinamics Subject
Assistant of Research for Coolbox Research and Project from Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (DKP-RI)

Organizational Experiences:
Chairman of OSIS Junior High School, SLTP N Sumber
Chairman of OSIS Senior High School, SMU N Sulang
Chairman of KaMdz (Keluarga Muslim Adz-Dzarrah), Physics Engineering
Chairman of Dewan Pelaksana Harian (DPH), Masjid Nurul Iman, Blimbingsari, Yogyakarta
Committee of Seminar Nasional Energi, Engineering Physics Student Association-Gadjah Mada University

Academic Achievement:
Nominator Pemenang Grand Karya Inovasi Mahasiswa (GKI), DUE Like Project (2005)
Peserta Olimpiade Matematika Se-Jawa Tengah-UNDIP (2002/2002)
Peserta Olimpiade Fisika tingkat Nasional-SMU Taruna Nusantara Magelang (2001/2002)
Siswa Teladan III Tingkat SMU se Kabupaten Rembang (2001/2002)

*** ***

==================================
***BOLEH CERITA***

Mei 1982
Lahir dan dibesarkan di sebuah desa jauh dari gegap gempita keramaian kota, KALINANAS namanya. Sebuah nama yg mudah diucap ‘n diingat, tau kan Kali Nanas…… Apa artinya??? Kali=sungai dan Nanas= buah kesukaanku. Konon sich kata Simbah, dahulu di situ ada sebuah sungai yang dipenuhi dengan pohon Nanas. Wah asyik donk bisa mancing ama makan nanas tiap hari…..hehehehe… Tapi sekarang, jangankan pohon nanas, sungainya aja dah mulai kering, gak tau tuh kenapa????

Masa Kanak-kanak
Gak ada yang istimewa, dari kecil saat aku lucu-lucunya tiap hari hanya bermain ama temen-temen. Agak besar dikit aku sudah mulai diajak Bu De menggembala kerbau di hutan. Katanya sich waktu kecil aku tuh mbandel banget, pinginnya menang sendiri, kalo punya mau harus dituruti… tapi sekarang ga’ mbandel kok…. Upsssss

Tahun 1990
Saat inilah aku pertama kalinya masuk ke dunia pendidikan. Memang agak telat sich, coba dah usia berapa?? dari 1982 up to 1990??? 8 tahun…. baru masuk kelas 1 SD. Tapi memang umumnya anak desa usia segitu baru masuk sekolah. Tapi jadinya kan bisa selalu dapet predikat paling…. paling tua, hehehe… Ada pengalaman menarik di bangku SD yg gak bisa kulupain,  saat itu dapet PR bahasa Jawa trus paginya dikumpulin dan dinilai… Eh ternyata nilaiku yg paling jeblog, trus aku dijewer Bu Guru….. sakit sekali coz  baru kali itu aku dijewer seseorang. Tapi hikmahnya aku jadi pingin balas dendam….. aku berjanji setiap pelajaran aku harus dapet nilai yg paling tinggi dari yg lainnya… Dan ternyata…. aku berhasil…. semenjak kelas 4 SD sampe eSeMU aku selalu jadi bintang kelas, bukannya sombong lho…  buktinya banyak prestasi yg kuraih, trus sering diikutkan berbagai lomba, ada Cerdas Cermat P4, lomba Mapel, Lomba Dokter Kecil, Siswa Teladan de el el.. Dan ada juga pengalaman yg lumayan seru… Waktu itu aku kelas 5, trus sekolah ngadain acara perpisahan kelas 6 yg lumayan meriah di malam hari. Dalam acara itu harus ada sambutan penglepasan dari adik kelas, eh aku yg ditunjuk untuk mewakili….. betapa kagetnya diri ini, belum pernah tampil sama sekali di depan umum…. tiba-tiba harus memberi sambutan, lagi pula aku orangnya sangat pemalu dan kurang banyak bicara.  Satu minggu sebelum hari H aku menghafal text bikinan Guruku, Pak Sumarji. Yang paling berkesan ampe sekarang, saat memberi sambutan pas di tengah aku lupa kelanjutannya… jadinya ya….. ku disorak, betapa malunya diri ini.

Tahun 1996
Aku berhasil menyelesaikan SD dengan prestasi yg lumayan bagus, kemudian melanjutkan studi ke SMP. Dengan bermodal tekat dan semangat bersama 8 temanku yang semuanya laki-laki, tiap pagi   mengayuh pedal sepeda untuk menepuh jarak sejauh 11 KM. Ditambah lagi kondisi jalan yg masih memprihatinkan, lebih-lebih kalau musim hujan tiba, hampir tiap pagi sepeda kami yg harus naik pundak, coba bayangkan!!!! Juga lebih repotnya kalau di tengah jalan sepeda rusak, wah wah wah….. terpaksa harus ada dari kami yg rela mboncengkan, betapa beratnya… Tapi dengan kondisi seperti itu justru kami semakin dekat dan erat dalam bersahabat, kami bisa saling memahami. Mungkin benar kata orang, kalau mau rukun hiduplah bersama orang-orang yg susah. Iya ya, pantes bangsa kita gak pernah bisa rukun, wong dah gak mau hidup susah.
Perjuanganku di SMP ternyata tidak sia-sia, meskipun kondisi ekonomi ortu aku pas-pasan, akhirnya aku bisa sukses. Banyak prestasi yg kudapat, dari kelas 1 ampe lulus aku selalu jadi bintang kelas, juga sering ikut berbagai lomba intern sekolah maupun antar SMP se Kabupaten Rembang. Alhamdulillah aku diakui sebagai siswa teladan I tingakat Kabupaten. Tidak cuman itu, aku juga terpilih sebagai ketua OSIS SMP Sulang Rembang. Jadi ya, lumayan sibuk. Selain harus mempertahankan prestasi, aku juga dituntut mensukseskan program-program OSIS waktu itu. Selain aktif di OSIS, aku juga dipaksa aktif dalam kepramukaan dan Olahraga. Yach lumayan menguras waktu dan pikiran. Tahun 1999, aku harus meninggalkan SMP, aku lulus dengan nilai ebtanas 49,… nilai yg lumayan bagus standar SMP kami. Begitu senang dan bangganya diri ini, tetapi hanya beberapa saat. Coz saat itu tipis sekali harapanku tuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lebih tinggi, orang tua gak ada biaya. Akankah prestasiku sampai di sini???
Tetapi ternyata, tidak demikian. Allah mempunyai skenario lain…… Ada seseorang yang bersedia menanggung biaya kalau aku melanjutkan studi, Beliau adalah Drs. H. M. Tahir yg saat itu sebagai Guru SMP Sulang. Aku diterima sebagai anak angkat, trus didaftarkan ke sebuah SMU di Sulang Rembang.

Tahun 1999: Dunia Pesantren dan SMU
Mulai saat itu, seakan-akan ada yg beda dalam kehidupanku. Aku harus banyak menyesuaiakan diri n lingkungan yg sangat berbeda. Coba bayangkan, sejak SD ampe SMP  bisa dikatakan aku sangat awam, belum faham masalah agama, belum bisa baca al-Qur’an, sholat masih asal-asalan, belum ‘alim dan belum2 yg lain, pokoknya dapat dikata anak "abangan" suka hura-hura…. Eh ternyata saat SMU aku harus tinggal di Pesantren. Kebetulan Pak Tahir tuh punya Saudara yg jadi Kyai di Pesantren Al-Ittihat namanya KH Qostur Syaichun, trus saat malam hari aku disuruh tinggal di situ dan harus ngaji, waduh…waduh… gimana ya…. dan siangnya ikut bantu-bantuin di rumah Beliau, ya bantuin apa aja lah: ya nyapu, ngepel, cuci piring, nyiram tanaman de el el….

Yach begitulah keseharian aku…… Dan mungkin inilah saat aku harus belajar menjadi manusia yang sesungguhnya. Aku coba ikhlaskan hati menerima semua taqdir hidupku.

Antara optimis dan ragu, antara semangat dan asa, antara malu dan mau. Kucoba menjalani kehidupanku. Pagi yang cerah, hari pertama aku masuk SMU mencoba berinteraksi dengan temen2 yang seolah semuanya asing. Rasa minder dan gak pe de selalu menguasai hatiku. Tapi….. ada sedikit harapan yang tergambar di depan mata…. Saat itu di SMU aku adalah siswa dengan NEM nomor 2 tertinggi. Tepat di bawah NEM seorang akhwat yang namanya Mas’udah, putri seorang Kyai di Sulang. Dialah yang menjadi sainganku saat SMP, saat ada lomba antar SMP tingkat Kabupaten. Aku sering dibuat minder olehnya, dia orangnya perfectsionis, pandai bicara, debat dll. Kini aku harus belajar satu sekolah dengannya.

Satu tahun studi, 1/3 tahun studi di kelas 1, akhirnya aku bisa menunjukkan harapanku, aku bisa menjadi juara 1 dari seluruh siswa. Akhirnya aku bisa mengalahkannya, Mas’udah yang selama ini bikin aku minder mendapat posisi nomor 2. Ada sedikit rasa senang, bangga dan berbagai kehangatan jiwa yang tak kuasa kulahirkan. Apakah semua ini sindiran ataukah karunia dariNya???. Ternyata semua yang telah kudapat tidak bisa menafikan berjuta kekurangan yang ada pada diri ini. Buanyak sekali kekuranganku dibanding dengan dia atau yang lainnya, terutama dalam hal agama. Semenjak kecil tidak ada yang mengajariku tentang agama. Aku hidup bebas, terbiasa dengan kebiasaan orang-orang awam. Hidupku biasa-biasa saja, sedangkan dia luar biasa, dinnya bagus, prestasinya OK, keluarganya ‘alim dsb.

Ada secercah harapan, mungkin keberadaanku di penjara suci  ini adalah salah satu wasilah yang bisa mengantarkanku kepada kebaikan dunia akhirat. Yach…. semua perlu disyukuri. Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Di pesantren aku mulai belajar, membaca Qur’an, membaca kitab, nahwu, shorof, baca kitab, aqidah, ibadah, mu’amalah dan lainnya. Ada hal yang sebenarnya asing bagiku dan gak abis pikir dibuatnya. Apa itu??? Saat aku harus menghafal tasyrif Fa’ala - fa’alaa - fa’aluu - fa’alat  - fa’alata - fa’alna - fa’alta - fa’altuma - fa’altum - fa’alti - fa’altuma - fa’altunna - fa’altu - fa’alnaa. Dulu aku sempat berfikir untuk apa menghafal suatu yang gak ada gunanya? Hampir setiap pekan harus berdiri di depan kelas karna gak biasa hafal….Astaghfirullah…..  Tapi kini aku rasakan hasilnya, Terima kasih Ya Allah…….. Engkau benar-benar Maha Tau apa yang terbaik buat hambaMu

Tahun kedua di SMU, aku harus semakin konsentrasi mempersiapkan segala sesuatu. Banyak amanah yang kuemban. Amanah sebagai pelajar, sebagai santri, sebagai ketua OSIS, sebagai anggota Pramuka, sebagai anak angkat dsb. Aku tidak mau menyia-nyiakan semua amanah itu. Kata Pak Kyai, menyia-nyiakan amanah adalah khianat dan khianat itu dosa besar. Wuih.. dah jadi santri ya……, sekarang dah bisa ndalil….heheehehe…

Sebagai pelajar yang punya idealisme tinggi, aku harus mempertahankan prestasi yang telah kuraih. Prestasi sebagai juara dan siswa teladan, meski sebenarnya diri ini masih ragu…. Sebagai santri aku juga harus banyak belajar mengenal dan memahami agama, tuk bekal hidup dalam masyarakat. Mengejar ketertinggalanku yang ternyata amat jauh. Sebagai ketua OSIS aku harus mengemban amanah dengan baik. Menjalankan program-program yang telah kami rancang bersama wakilku yang tidak lain adalah Mas’udah, sosok yang menjadi sainganku selama ini, tapi terus terang aku tidak menganggapnya sebagai saingan. Justru aku banyak belajar darinya, belajar tentang agama. Kini aku harus bekerja sama dengannya untuk mensukseskan program-program sekolah. Sebagai anak angkat, aku harus bisa memposisikan diri sebagai anak. Berinteraksi dengan keluarga Beliau, dengan Pak Taher dan Ibu, dengan Mbak Luthfi, Mas Toni dan Dek Anis. Terus terang aku merasa canggung dan tidak bisa berinteraksi dengan mereka sebagaimana layaknya sahabat. Ada hal-hal yang sulit aku satukan, seolah diri ini amat jauh dari mereka. Banyak kekurangan yang aku miliki, sehingga seolah muncul anggapan bahwa diri ini tidak pantas bergaul dengan mereka semua. Tapi kucoba tetap bertahan… Hidup ini adalah pilihan, kita harus memilih dan setiap pilihan ada resiko yang harus kita pertanggungjawabkan.

Di tahun ketiga, aku harus sedikit melepas amanah. Aku harus lebih konsentrasi belajar. Aku tidak mau mengecewakan banyak orang yang telah menyayangi diriku. Ada Bapak dan Ibu di rumah yang tulus berdoa dan bermunajat. Ada adik-adikku yang senantiasa berharap akan kesuksesanku. Ada temen-temen pondok yang senatiasa memberi motivasi dan semangat. Ada…….. siapa saja yang pernah kenal, dengan harapannya masing-masing. Insya Allah aku akan berusaha menjadi yang terbaik dimanapun aku berada. Mohon doanya…..

Banyak hal yang telah aku peroleh selama 3 tahun di SMU. Sesuatu yang menyenangkan juga yang menyedihkan. Sesuatu yang bisa bikin senyum maupun yang bisa bikin stress. Tiga tahun di SMU alhamdulillah, aku dapat dispensasi biaya pendidikan, juga dapet beasiswa. Selalu mendapat juara satu. Sering diikutkan dalam hampir setiap perlombaan yang diikuti sekolah. Pernah jadi Juara 1 Olimpiade Fisika Tingkat Kabupaten yang selanjutnya sebagai peserta Olimpiade Fisika Tingkat Nasional di SMU Taruna Nusantara Magelang. Pernah ikut Olimpiade Matematika dan Kimia tingkat Jawa Tengah. Sebagai Juara 3 Siswa Teladan Tingkat Kabupaten.

Maaf bukan maksudku sombong, karena memang semua itu gak pantas disombongkan. Hanya manusia yang "majnun" lah yang merasa sombong dengan sedikit kelebihan yang ada padanya. Boleh jadi semua yang telah kuraih adalah ujian yang lebih berat untuk dipertanggungjawabkan. Astaghfirullah…..

Masih banyak yang harus ku perbaiki. Masih banyak kekurangan yang kumiliki. Masih terlalu amat jauh diri ini dari kesempurnaan, karena tidak ada di dunia ini manusia yang sempurna selain Nabi  Muhammad SAW. Sosok manusia yang maksum, terbebas dari segala dosa dan kesalahan. Sosok manusia yang sukses, yang akan senantiasa dikenang sepanjang masa. Kita semua adalah manusia yang dikaruniai kelebihan dan kekurangan. Boleh jadi kekurangan kita akan sangat berguna bagi yang lain. Terima kasih kepada semua temen-temen yang telah menyertai sepenggal perjalanan kehidupanku. Banyak hal yang aku peroleh darimu. Maafkan jika selama kita bergaul, banyak kesalahan yang aku perbuat. Banyak canda dan tawa yang bikin luka. Banyak perjumpaan yang bikin duka. Mohon semua diikhlaskan…….

Tahun 2002: Dunia Kampus dan aktivis
Tahun 2002 adalah awal bagiku tuk jauh dari keluarga. Ada berjuta impian terhampar di jauh sana, seakan ada bisikan yang memaksa diriku tuk tinggalkan kampung halaman. Bersama dua orang temen saya berangkat menuju kota Solo, Jawa Tengah. Awalnya memang ragu sich–coz belum pernah sama sekali diri ini melihat yg namanya kota– Tujuan pertama kami bertiga saat itu adalah tempatnya Habib Sholeh. Beliau adalah kakak dari salah satu temen saya, Mas’udah. Beberapa hari kami menginap di sana bareng ama santri-santrinya Habib Sholeh.
Sebenarnya tujuan kami ke Solo adalah untuk ikut Bimbingan Belajar, yang waktu itu buka pendaftaran di SMU. Tetapi betapa terkejutnya kami, saat datang ke lokasi Bimbingan, eh ternyata di sana sepi gak ada orang ama sekali. Setelah tanya-tanya, katanya katornya pindah ke Jogja. Kemudian kami dikasih alamatnya.  Kalau gitu harus ke Jogja donk…..
Keesokan harinya, Saya, Maghfur dan Mas’udah siap-siap berangkat. Baru saja mau berangkat tiba-tiba ada telepon dari SMU. Telepon untuk temen saya Mas’udah, ternyata ia diterima PMDK di Undip Semarang, FKM. Yach….. berarti tinggal kami berdua donk…….
Kami pun berangkat menuju Jogja diantar Habib Sholeh dan temen beliau. Sampai di Jogja saya dan Maghfur dicarikan kost, lalu temen saya Mas’udah dan Habib Sholeh langsung ke Sulang. Tinggal saya berdua di Jogja.

Selama kurang lebih 3 bulan kami ikut Bimbingna Belajar persiapan SPMB di Gama Exacta Jogja. Yach sambil beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Banyak hal yang saya temukan di lingkungan baru tsb. Sampailah saya pada Ujian SPMB. Waktu itu saya mengambil pilihan Teknik Fisika UGM dan Fisika UNY. Alhamdulillah saya diterima pada pilihan pertama, Teknik Fisika UGM. Dan temenku, Maghfur diterima di Jurusan Sastra Inggris UNY.

Blimbingsari, yach itulah nama tempat pertamaku di Jogja. Kebetulan tempat kostku deket dengan masjid. Bersama temen-temen aku menjadi pengurus masjid. Banyak kegiatan yang kami programkan di masjid. Yach untuk mengisi waktu luang di kost juga untuk mempermudah dalam berinteraksi dengan temen-temen dan warga masyarakat. to be continued…..

Tahun 2007: Dunia Kerja dan Realita
Tiga tahun 11 bulan masa studi telah kulalui dengan baik meski jatuh bangun aku dibuatnya. Layaknya mahasiswa lainnya, akupun sempat mengalami masa-masa tidak mengenakkan di bangku kuliah. Tugas yang seabrek, jam kuliah padat, dosen killer, kiriman telat, banyak amanah di luar, mungkin salah satunya. Tapi setelah kupikir, tidak juga, justeru banyak pelajaran yang kudapat dari "ketidakenakan" itu. Dan puncak dari semua "ketidakenakan" itu adalah sesuatu yang ternyata sangat bermanfaat buat diriku. Apa itu? "Kedewasaan". Yach, kedewasaan dalam memandang kehidupan dunia. Dan ternyata, jerih payahku selama hampir 4 tahun di bangku kuliah, secara sepintas telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan, Aku berhasil lulus dengan predikat "cumlaude".

 7 Desember 2006 adalah awal bagiku menapak dunia kerja.

 

Aktivitas RuTieN-kU

Jam 03.00 bangun tidur, baca doa Alhamdulillahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur. Trus sholat malam maksimal 11 ato 13 rakaat, trus kalo masih da waktu baca Qur’an beberapa ayat sambil nunggu subuh

Jam 04.45 sholat Subuh berjama’ah di masjid

Jam 05.15 baca dzikir pagi hari (al Ma’surat) trus baca Qur’an beberapa halaman

Jam 06.00 bersih-bersih, mandi, sarapan pagi n’ persiapan berangkat ke kantor

Jam 07.00 berangkat kantor

Jam 07.30 siap bekerja di kantor sampai jam 15.30 (jam wajibnya). Kalau gak ada kerjaan, trus baca-baca file yang ada di my computer atau browsing si internet

Jam 17.30 pulang kantor (nih batas maksimal ane ada di kantor). Sampai di kost, trus mandi and persiapan sholat maghrib

Jam 18.00 sholat Maghrib berjama’ah di masjid

Jam 18.20 baca dzikir petang hari (al Ma’surat), trus baca Qur’an satu juz sambil menunggu waktu Isya’

Jam 19.15 sholat Isya’ berjama’ah di masjid

Jam 19.45 makan malam

Jam 20.30 baca-baca buku

Jam 22.00 Bismikallahumma ahya wa bismika amut

Note:

Tiap hari Ahad 10.00, tahsin-tahfizh di LTQ Ibadurrahman

Tiap Jum’at 19.30-22.00, Liqo’

Katakan yang BAIK atau DIAM!

Sekilas kalimat di atas biasa-biasa saja di telinga kita. Gak ada yang istimewa atau luar biasa. Gak juga bisa bikin trenyuh, simpatik ataupun tawa. Tapi menurut ane, kalimat tersebut bukan hanya istimewa tapi penuh nilai dan harga. Ringkas, padat, simple…….. tapi sarat akan makna.

Bukan hanya karena yang mengucapkan kalimat itu pertama kali adalah sosok manusia termulia, tapi memang kalimat itu sendiri bisa mengubah jalan hidup kita, menyelamatkan dan mengantarkan kebahagiaan sejati dunia hattal akhirat

Lisan adalah sumber dari segala ucapan. Kata-kata apapun bisa dengan mudah keluar darinya. Tak pandang, apakah kata-kata itu jelek atau baik, kotor atau mulia, rendahan atau penuh nilai, murahan atau penuh keagungan.

 

I hate ……

yjuyuyi






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer